Asli gue nervous banget beberapa hari belakangan ini. Gue nggak nyangka aja gue dipanggil Chevron untuk ikut Psychotest ke Jakarta. Semuanya terasa begitu singkat.
Panggilan ini untuk yang kedua kalinya setelah minggu lalu (20/6) untuk pertama kali gue ditelpon oleh mereka untuk mengikuti psychotest esok harinya (21/6).
Namun sayang, permintaan mereka saat itu tidak mungkin untuk gue sanggupin. Karena ya emang mustahil gue bisa nongol di sana dalam waktu satu hari. Secara gue tinggal di kota Dumai. Kota yang tidak punya airport penerbangan domestic komersial langsung ke Jakarta.
Sementara penerbangan komersial domestic terdekat adanya hanya di kota Pekanbaru. Jarak Dumai-Pekanbaru sendiri -/+ 200 km ato sekitar 4-5 jam perjalanan darat.
Belum lagi reservasi tiket pesawat yang standardnya musti dipesan seminggu sebelum keberangkatan untuk kita yang berkantong pas-pasan ini. Bila kurang dari seminggu, harga tiket tersebut amboi mahalnya. Apalagi selisih 1 hari, harganya bisa selangit.
Atas dasar tersebut di ataslah akhirnya gue beraniin diri untuk minta agar di undur. Alhamdulillah, akhirnya mereka menerima, dan bersedia untuk me-reschedule kembali jadwal tes gue.
Akhirnya, hari khamis (26/6) lalu mereka kembali menghubungi gue untuk mengikuti psychotest. Kali ini mereka memberi pilihan ke gue. Mau hari senin (30/6) atau selasa (1/7). Dan memberi waktu satu hari untuk memberi jawaban. Dan berjanji akan menelpon kembali esok.
Sambil menunggu telpon dari pihak Chevron esok harinya, gue sempatin buat searching tiket penerbangan dari Pekanbaru to Jakarta. Gue udah hubungi semua teman dan keluarga yang kira-kira bisa membantu, alhasil yang gue dapat "nol". Semua kursi dari semua commercial flight tujuan CGK-Jakarta sudah habis ter-booking.
Setelah gue berusaha menelpon sekian banyak agent traveling, mereka memberi jawaban yang rata-rata persis sama. "maklumlah pak, sekarang kan musim liburan anak sekolah", begitu terang mereka.
"benar juga", pikirku. Tapi mau gimana lagi. Rata-rata orang sudah melakukan booking paling lambat seminggu sebelum keberangkatan. Yah wajar saja gue nggak kebagian kalau kondisinya seperti itu.
Sementara itu pihak Chevron yang berjanji untuk ngontak gue kembali masih belum ada tanda untuk menelpon kembali. Hingga akhirnya gue sendiri yang mencoba untuk menghubungi mereka.
Informasi yang gue dapat ternyata ibu yang menelpon gue kemarin sedang tidak berada di tempat. Melalui rekan-rekannya, gue terangin semuanya. Akhirnya mereka meminta gue untuk menghubungi kembali senin besoknya (30/6).
Gue berharap banget Allah SWT akan membukakan jalan yang terbaik buat gue. Hingga akhirnya gue bisa menggapai cita-cita gue dengan lebih baik. Bisa memenuhi harapan orang tua, membantu keluarga teman-teman dan lingkungan. Amiin.. (/bud)
Sunday, June 29, 2008
Panggilan Psychotest Chevron ke Jakarta
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Me At All Time



1 comment:
Lam kenal ja mahabudi.. i'm so interesting with all about chevron test right now,tp sebelumnya gw haris ,budak dumai jugo yang baru 6 bulan merantau ke jakarta. mei ikut tes chevron jg.btw gmn hasil psikotes nya??jadi ke jktnya??(kok blm ada kelanjutan tulisannya..)
Post a Comment