Tuesday, October 02, 2012

Bosan Pake Hape

Entah kenapa belakangan ini saya udah mulai bosan buat megang-megang hape. Paling-paling hanya untuk kerja itupun sebatas kolega-kolega saya saja yang menghubungi saya ke no hape saya. Selebihnya kalo saya mo nelpon paling pake telpon kantor aja. Dan kalo udah sampai di rumah saya lemparkan semuanya jauh-jauh sampai saya tidak lagi mendengarkan bunyi panggilannya. Besok pagi pas mau berangkat kerja barulah saya mencari hape-hape itu kembali.

Banyak sih faktor penyebabnya. Mungkin salah satu penyebabnya adalah banyaknya program-program operator telepon seluler yang menjanjikan ini itu terhadap produknya membuat saya menjadi boring. Sebagai seorang yang berorientasi kepada efisiensi dan efektifitas tentunya dan sebagai pelanggan yang selektif memaksa saya untuk memiliki banyak handset dan juga kartu SIM/UIM. Tidak tanggung-tanggung saya mempunyai hingga 5 unit hape dan 5 buah kartu SIM/UIM dirumah saya.

Aneka tarif dan skema yang ruwet membuat saya merasa ilfil terhadap semua operator seluler untuk melakukan panggilan voice. Paling-paling saya hanya mengaktifkan handset saya untuk koneksi data saja. Karena bagi saya skema pentarifan koneksi data sangat gampang dimengerti dan nggak terlalu ribet-ribet amat.

Apalagi saat ini masing-masing operator seluler berlomba-lomba mengeluarkan produk semacam modem dan sebagainya untuk memanfaatkan masing-masing program koneksi data yang mereka jual. Silahkan saja. Tapi bagi saya semua itu sangatlah tidak efisien. karena setelah saya selidiki, masing-masing operator mengeluarkan produk modem yang hanya bisa digunakan untuk layanan produknya saja. Yah harap maklum sajalah. Namanya juga jualan. Justru kalo menurut saya, mendingan pake hp konvensional saja. Bisa digunakan untuk semua operator seluler. Dan hasilnya sama saja tuh.

Itu ajalah dulu, besok kalo saya udah ada mood mau nulis lagi naru saya sambung.. Hahahaa

Persiapkan diri sendiri

Persiapkan diri sendiri

Hampir setiap hari kita menemukan masalah yang menerpa diri kita. Dalam lingkungan kerja maupun lingkungan keluarga dan rumah tangga. Disadari atau tidak sebenarnya dibalik semua itu Allah SWT mungkin sedang menguji keimanan kita. Bagaimana akhlak kita dalam merespon masalah tersebut.

Bagaimana masalah tersebut memancing kita untuk menampakkan sifat asli kita.

Cukup banyak juga teman-teman yang bertanya kepada saya mengenai hal ini. Yah mungkin sekedar sharing karena saya dianggap lebih dewasa oleh teman-teman saya itu. Atau mungkin juga dianggap lebih berpengalaman bila dibandingkan dengan dia.

Buat saya, melaksanakannya adalah lebih mudah dari pada membuat teorinya. karena untuk mengimplementasikan suatu rencana secara langsung bisa lebih cepat dari pada kita harus menuliskan langkah-langkahnya terlebih dahulu. Tapi yang namanya demi teman, kadang apapun harus kita usahakan. Makanya saya mencoba memberikannya jawaban yang tentu saja semuanya versi saya.

Kembali ke topik. Saya rasa kiat-kiat yang akan saya jabarkan ini cukup banyak membantu di kehidupan kita sehari-hari. Karena saya sudah membuktikannya.

Tentukan tujuan hidup kita. Tujuan jangka panjang. Tujuan jangka pendek. Dari mana asal kita. Akan kemana kita nantinya.

Perhitungkanlah potensi diri kita. Sejauh mana visi kita. Sesanggup apa kemampuan kita. Setinggi apa pendidikan kita. Setrampil apa keahlian kita. Seyakin apa iman kita. Sadari kelakuan kita. Bagaimana sikap kita terhadap janji. Bagaimana disiplin kita terhadap waktu. Bagaimana akhlak kita terhadap orang yang lebih tua maupun yang lebih muda. Bagaimana tanggungjawab kita terhadap tugas maupun pekerjaan.

FACEBOOK

Powered By Blogger

Me At All Time